Workshop Keadvokatan Bagi Mahasiswa

IMG_5665-300x200

Peluang Sarjana Syari’ah untuk menjadi advokat diakui secara eksplisit dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat pasal 2 ayat (1) dan penjelasannya, yang berbunyi: “Yang dapat diangkat sebagai advokat adalah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum dan setelah mengikuti pendidikan khusus profesi advokat yang dilaksanakan oleh organisasi advokat”. Namun peluang tersebut nampaknya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Sarjana Syari’ah. Hal ini terbukti dari minimnya jumlah advokat dari lulusan Sarjana Syari’ah karena masih adanya anggapan bahwa peluang Sarjana Syari’ah untuk menjadi advokat sangat sulit. Sehingga seringkali mahasiswa masih terjebak pada pemahaman bahwa peluang Sarjana Syari’ah hanya terbatas pada hakim, panitera, PPN, pegawai PA saja.

Oleh karena itu Prodi Ahwal Syakhshiyah Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Ponorogo mengadakan workshop keadvokatan bagi mahasiswa semester V yang diikuti oleh 100 peserta. Acara ini dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada tanggal 13 – 14 November 2015. Sedangkan pelaksanaan workshop ini adalah Auditorium Pascasarjana Lantai-3 STAIN Ponorogo. Yang menjadi narasumber dan moderator dalam kegiatan ini adalah Advokat dan Dosen dari Jurusan Syari’ah yang sudah berpengalaman dalam materi keadvokatan. Narasumber dan moderator dalam workshop ini adalah Sigit Ihsan Wibowo, M.H, Pramadya Khairul A., M.H dan Ridho Rokamah, M.S.I

Adapun materi dalam workshop ini meliputi Pengantar Keadvokatan, Pengantar Hukum Acara Peradilan Agama, Teknik Pembuatan Surat Kuasa, Teknik Pembuatan Gugatan (Cerai Gugat dan Cerai Talaq), Teknik Pembuatan Jawaban Gugatan, Tahapan-tahapan persidangan di Pengadilan Agama, Pembuktian Hukum Acara Peradilan Agama dan Teknik Pembuatan Putusan.

Dengan workshop ini diharapkan mahasiswa mampu menguasai seluruh materi keadvokatan, yang meliputi materi dasar keadvokatan, materi hukum acara, materi kemahiran litigasi, kemahiran non litigasi, dan materi pendukung, teknik-teknik penanganan kasus/perkara, serta mengkomunikasikan ide-ide/argumen-argumen baik secara lisan maupun tulisan.

Comments are closed.